About Me

Halo teman-teman, kenalkan nama saya Marthin, ketika saya lulus kuliah dulu, saya punya beberapa pengalaman menarik yang ingin saya bagikan kepada teman-teman semua.

Sama seperti temen-temen, setelah saya lulus kuliah, saya pun melamar ke puluhan perusahaan di Jakarta, baik via internet maupun mengirimkan lamaran melalui post dan jujur saja, dari puluhan perusahaan tersebut tidak ada satupun yang meng-kontak atau memanggil saya.

Yah, paling-paling perusahaan kayak saham-saham gitu deh yang manggil, tapi bukan itu yang saya inginkan. Saya sempat frustasi juga nih .. apa yang salah ya dari saya?

Saya pikir karena saya hanya lulusan dari sebuah universitas daerah yang tidak terkenal dan juga IPK saya cuman 3,09 dan lulus dari jurusan/fakultas yang sangat-sangat tidak familiar untuk bekerja di perusahaan swasta.. saya pikir karena itulah saya tidak pernah diterima kerja

Boro-boro diterima kerja, dipanggil saja kagak hehehe…hee

Sampai suatu ketika, ketika saya ngobrol dengan beberapa orang yang sudah diterima di perusahaan-perusahaan incaran saya tentang bagaimana caranya supaya diterima kerja atau minimal dipanggil dulu buat wawancara, akhirnya saya merumuskan sebuah pola dan strategi khusus dan kemudian saya melakukan eksperiment, apa itu ..?

Beberapa diantaranya adalah saya mulai merubah gaya bahasa di surat lamaran kerja yang saya buat, saya mulai inventarisasi apa kelebihan dan bakat saya lalu saya “jual” sedemikian rupa melalui surat lamaran yang saya kirim ke perusahaan tersebut.

Bukan itu saja, seiring bertambahnya pengalaman, saya  mulai berani mem-peta-kan segala jenis pertanyaan wawancara kerja yang pasti ditanyakan, lalu kemudian saya melatihnya. Sehingga bisa dikatakan, jika ada perusahaan yang menghubungi saya lewat telepon – akan dibuat terkesan dengan segala jawaban saya.

Sekali lagi, bukan karena saya jenius, tapi saya tahu trik dan jawaban benar yang mereka (HRD) harapkan, itu saja!

Dan singkat cerita, setelah saya menerapkan itu semua, dari 3 lamaran yang saya kirim perusahaan-perusahaan besar atau skala nasional, ada 1 perusahaan yang pasti akan mengundang saya, entah itu untuk melakukan wawancara kerja, psikotest ataupun hanya wawancara by phone.

WOOOW!

Dan sekali lagi saya bukanlah seorang yang jenius atau pintar namun buktinya dari 3 lamaran, 1-nya pasti ada hasil yaitu  lolos wawancara kerja atau setidak-tidaknya mereka tertarik untuk mengenal saya lebih dekat melalui proses wawancara kerja di hampir 9 perusahaan nasional di Indonesia

Tentunya ada strategi, trik bagaimana akhirnya mereka mau mengundang saya wawancara.

Btw, perlu diingat loh IPK saya cuman 3,09, namun perusahaan sekelas ASTRA dan 8 perusahaan besar lainnya tertarik akan surat lamaran yang saya buat dan pada akhirnya memutuskan untuk memanggil wawancara.

Dan di blog ini, saya akan berbagi tips, kiat dan trik menarik yang tidak pernah akan Anda dapatkan di bangku kuliah

Karena ini murni berdasarkan pengalaman saya.

Upsss, tentunya temen-temen bertanya, “Kok sekarang  nggak kerja di perusahaan tersebut?”

“Bener banget nih, sekalipun akhirnya saya bisa dipanggil wawancara, biasanya saya “mentok” ketika urusan negoisasi gaji .. iya nih, dulu saya terlalu berani minta gaji sekian padahal saya masih presh gaduate hehehe..”

Sampai pada akhirnya saya lebih memilih untuk berwirausaha

Namun, saya pikir banyak pengalaman berharga yang sayang sekali jika hanya saya yang tahu, paling tidak di blog ini saya akan berbagi kepada temen-temen, apa yang kudu dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, jika temen-temen ingin bisa bekerja di perusahaan skala nasional tersebut.

Semoga bermanfaat ya :)