Memberi Data Palsu Saat Wawancara Kerja? Siap-Siap Anda Ditendang

Ketika melamar kerja pada sebuah perusahaan, Anda akan dihadapkan pada sejumlah tahapan, seperti tahapan seleksi andministrasi, tes tertulis atau kemampuan penguasaan materi, tes psikotes, dan juga tes wawancara.

kesalahan wawancaraTes wawancara sebanarnya tidak susah, hanya saja bagi Anda pelamar baru atau fresh graduated, maka Anda mungkin kesulitan menghadapi tahapan wawancara yang terkadang penuh tekanan dan mengulik kepribadian Anda dengan mendalam. Karena itu, sebaiknya Anda mempersiapkan diri degan baik agar sukses dalam menghadapinya.

Meskipun terlihat sepele, selama tahapan wawancara, Anda tidak dianjurkan melakukan hal-hal seperti yang berikut ini:

1. Tidak mengenal posisi yang anda lamar

Hati-hati dalam memasukkan lamaran kerja. Terkadang karena terlalu bersemangat, Anda memasukkan lamaran ke semua tempat tanpa mengenali deskripsi posisi yang Anda lamar.

Hal ini berakibat fatal karena ketika Anda diminta untuk menjelaskan tentang apa yang Anda ketahui tentang posisi yang Anda lamar, maka Anda tidak akan mampu menjawabnya dengan maksimal. Bahkan mungkin Anda sama sekali tidak tahu apa sebenarnya tugas dan tanggung jawab jabatan tersebut. Lebih baik Anda pelajari sebelum wawancara segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan dan jabatannya.

2. Salah mengisi data

Pastikan data yang Anda isi sama dengan data yang Anda berikan dalam surat lamaran dan dalam daftar riwayat hidup. Biasanya Anda akan diminta untuk mengisi sejumlah kuesioner untuk calon pegawai.

Telitilah, karena ketelitian Anda juga mencirikan kualitas kerja Anda. Walaupun tidak ada tes tertulis pada hari itu, tetapi usahakan selalu membawa alat tulis terutama pulpen untuk menunjukkan Anda adalah pribadi yang sigap.

3. Memberikan data palsu

Jangan sekali-kali memalsukan data Anda atau berpura-pura. Terkadang ada perusahaan yang mengharuskan adanya pengalaman kerja dari pelamar untuk menempati suatu posisi di perusahaan.

Anda mungkin berpura-pura telah mempunyai pengalaman, tetapi Anda akan kewalahan ketika pihak perusahaan meminta Anda untuk menjabarkan apa saja yang Anda lakukan selama bekerja.

Sekali Anda berbohong, maka Anda akan melakukan kebohongan lainnya. Tentunya Anda juga akan ditanyai mengapa Anda keluar dari pekerjaan tersebut sehingga mengharuskan Anda mencari kebohongan lainnya. Lebih parahnya lagi, Anda tentu tidak bisa menunjukkan surat keterangan bukti kerja ketika pihak perusahaan memintanya.

BACA JUGA :